|
|
 |
 |
|
Saturday, April 19, 2008
Who do you think you are, Tanti??? Kamu punya hak apa menjadi setan sperti ituh???
Astaqfirullaah.....
Posted at 02:14 pm by Tanti
Permalink
Saturday, April 12, 2008
tentang Telpon dari Jakarta
Tadi pagi, pas aku berpakaian sebelum brangkat ke kampus, ada panggilan ke HPku. No rumah, Jakarta. Agak mikir, siapa yah?? Dah hampir setahun inih hidupku steril dari panggilan telpon berkode area 021. Dan aku dah terbiasa dengan hal inih. Makanya, rasanya agak aneh ajah. Ada apa gerangan??
Ternyata, yang telpon adalah alumni mahasiswaku yang skarang bekerja di Jakarta. Dia mau memverifikasikan gosip yang ia denger beberapa waktu berselang. Dan bertukar gosip seru. Yah, menyenangkan ngobrol dengannya. Dia adalah salah satu mahasisiwa bimbinganku yang mnunjukkan performa luar biasa, seblom dan setelah lulus. Sukses terus Dhim yah...
Time goes by. Bgitulah yang terjadi dalam hidup inih. Beberapa tahun yang lalu aku gak bisa membayangkan masa depan tanpa menjadikan Jakarta sbagai tempat dimana aku kan menghabiskan hidupku. Kota kecil yang sepi dan susah transportasinya sperti Purwokerto inih sama skali gak terbayang saat ituh. Tapi bginilah adanya. Aku sakarang menatap masa depanku disini. I see my future kids wearing Al Irsyad's white-green uniform. I see my future little house somewhere at Tambaksogra or even Sumbang. I see those all in my clear vision.
Allah, jagalah kemantapan hati inih, selalu.
Posted at 10:15 am by Tanti
Permalink
Friday, April 11, 2008
Marker dari minggu-minggu terakhirku amat menyebalkan: berprasangka.
Banyak prasangka. Prasangka orang-orang terhadapku sama parahnya seperti halnya prasangkaku akan prasangka mereka. Capek. Tentu ajah. Menanggung prasangka adalah salah satu aktivitas yang memakan banyak energi.
I am tired being this way. Jadi, tolonglah. Bantu aku melepaskan diri dari prasangka-prasangka inih.
And you, yes YOU, I am really glad that I have you around me, in the middle of this insanity. Thank for everything, Mas.
Posted at 04:38 pm by Tanti
Permalink
Thursday, April 10, 2008
Hari inih aku kembali menengok rumah lamaku. Ya yang disini inih. Maklum, rumahku yang ada di kompleks sebelah, yang selama inih aku tinggali, lagi ditutup aksesnya ma pemerintah. Aksi memadamkan meja yang terbakar dengan cara meratakan satu rumah ke tanah. Tapi mengeluh dan mengutuk gak akan gunanya dalam hal inih, jadi yah diterima ajah lah.
Pulang ke rumah lama, tentu ajah mengingatkan aku pada apa-apa yang pernah terjadi di dalamnya. Saksi perjalanan panjangku, mulai saat kuliah sampe skarang inih. Masa-masa gelap, beberapa episode malah, masa-masa bahagianya juga. Dan rasanya slalu menyenangkan mengingat masa lalu, setelah menyingkirkan bagian-bagian pedihnya. And here I am, once again, menghuni rumah lama inih.
Smoga edisi mondok di sini kali inih lebih menyenangkan yah ^_^
Posted at 05:37 pm by Tanti
Permalink
Monday, October 08, 2007
Jawaban untuk Pertanyaan Dua Teman
Take a little bit of this, a little bit of that, put them all together, blend them, and voila, there come the ideal one. Dan kita smua tau, yang namanya ideal ituh hampir gak mungkin come true. Ideal, adanya dalam tataran pikiran kita smata, bukan di alam nyata. Dan klo pun ada di dunia nyata, bukan untuk dimiliki. I have answered Ur question, haven't I?
I said this and that. Jadi ada dua hal yang harus dideskripsikan. Mendiskripsikan satu ajah aku gak mampu, apalagi dua. Jadi itulah jawabannya, I can't describe it words to words.
Btw, thanks to ask me any way.
Posted at 12:46 pm by Tanti
Permalink
Wednesday, September 26, 2007
Bagi seorang Tanti yang gak cinta-cinta banget ma kamar mandi, menghabiskan waktu selama 45 menit didalamnya adalah suatu siksaan.
Kmaren aku pulang agak awal dari kampus. Ngantuk banget, pengen tidur siang ceritanya. Karena dah sedemikian ngantuknya, aku lupa klo pintu kamar mandi kos lagi bermasalah, bisa dibuka dari luar tapi gak bisa dari dalam. Artinya, kita gak boleh mnutup pintu dengan rapat, kecuali ada seseorang yang akan membukakan pintu nantinya. Karena ksadaran hanya tinggal sparo, aku nutup pintu ituh sampe terdengar -klik-. Dan itulah yang terjadi. Klik. Aku terkunci dikamar mandi.
Kos lagi sepi. Ewie masih di Jakarta smentara Mb Ani masih dikampus. Sempurna. I had no idea on how long I would stay there. Gak ada yang bisa dilakukan. Hanya mnunggu. Dan trus mnunggu.
Menit-menit berlalu. Ktika mnunggu menjadi amat menjemukan, aku mulai mengambil lulur mandi. Gosok-gosok tangan dan kaki. Gosok lagi dan lagi. Stelah tangan kaki mulai kdinginan, tanda-tanda datangnya bantuan masih juga blom ada.
Duduk di toilet.
Ngomel-ngomel.
Mondar-mandir di ruangan sempit.
Nyanyi-nyanyi.
Jongkok di lantai.
Brulang-ulang. Lagi dan lagi.
Dan ternyata dalam suasana terkungkung, lantai kamar mandi dan dindingnya terlihat kotor. Benda terakhir yang kliatan berguna untuk membunuh waktu adalah sikat kamar mandi. I took it, used it to scrub the dirty surface. Gosok-gosok lagi. Lalu terdengar suara gerbang terbuka, motor dan akhirnya pintu yang dibanting. Alhamdulillah, finally Mb Ani pulang.
I hate my time in there. Benar-benar siksaan bagi diriku yang rata-rata hanya membutuhkan waktu 5 menit di sana.
Posted at 05:42 pm by Tanti
Permalink
|
|

Sebuah pencarian.
Iyah, saya sedang mencari. Saya juga belajar. Saya belajar untuk sabar. Untuk lebih fokus. Untuk hidup.
Dan inih, sgala yang tertulis di sini, adalah bukti tertulis dari pencarian ituh. Sebuah saksi dari perjalanan Tan, to what-so-called maturity. Kedewasaan seorang Tanti.
|
|